Biro Hukum dan Organisasi BPOM menghadiri undangan Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai narasumber dalam kegiatan Pembinaan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) yang diselenggarakan pada Rabu (3/6/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk berbagi praktik baik implementasi SPIP di lingkungan BPOM dalam rangka mendorong perbaikan perencanaan organisasi (Renstra), penguatan akuntabilitas kinerja (SAKIP), serta peningkatan nilai maturitas SPIP di lingkungan BPS. Kegiatan dibuka oleh Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama BPS serta dihadiri oleh perwakilan unit kerja pusat maupun daerah di lingkungan BPS.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Biro Hukum dan Organisasi BPOM, Andriana Krisnawati, menyampaikan bahwa keberhasilan implementasi SPIP tidak hanya berorientasi pada pencapaian nilai maturitas, tetapi lebih kepada upaya membangun sistem pengendalian intern yang mampu memberikan keyakinan memadai atas tercapainya tujuan organisasi, keandalan pelaporan, pengamanan aset negara, serta kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan. BPOM telah mengembangkan pendekatan tata kelola yang terintegrasi melalui Sistem Manajemen Pengawasan Obat dan Makanan (Sistem Manajemen POM) yang mengintegrasikan pengendalian intern, manajemen risiko, manajemen kinerja, dan manajemen mutu dalam satu kerangka yang saling mendukung.
Lebih lanjut disampaikan bahwa kunci peningkatan maturitas SPIP terletak pada pembangunan sistem yang kuat dan berkelanjutan sebelum berfokus pada aspek tseknis penilaian. BPOM membangun fondasi tersebut melalui penerapan sistem manajemen berbasis risiko, penguatan budaya mutu, penyelarasan proses bisnis, serta penerapan model tiga lini pengendalian. Pengalaman BPOM menunjukkan bahwa proses pembangunan sistem memerlukan komitmen pimpinan, kolaborasi seluruh unit kerja, serta perbaikan berkelanjutan yang dilakukan secara konsisten. Dengan fondasi yang kuat tersebut, proses penilaian maturitas SPIP dapat dilaksanakan secara lebih efektif dan menghasilkan gambaran yang objektif mengenai tingkat kematangan pengendalian intern organisasi.
Pada sesi diskusi, peserta BPS menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan mengajukan berbagai pertanyaan terkait integrasi SPIP, manajemen risiko, SAKIP, pembangunan Zona Integritas, hingga strategi pengelolaan bukti dukung penilaian. Nani Mardiah selaku Ketua Tim SPIP dan Reformasi Birokrasi BPOM menekankan bahwa keberhasilan BPOM dalam mencapai nilai maturitas SPIP yang baik tidak hanya didukung oleh pemahaman terhadap mekanisme penilaian, tetapi juga oleh sistem yang telah dibangun dan dijalankan secara konsisten selama bertahun-tahun. Melalui kegiatan ini diharapkan praktik baik yang telah diterapkan BPOM dapat menjadi inspirasi bagi BPS dalam memperkuat penyelenggaraan SPIP dan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang semakin efektif, akuntabel, dan berorientasi pada hasil. (Hukor – Roziqyn)