BPOM menerima kunjungan dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pada Rabu (21/02) dalam rangka studi banding praktik terbaik (best practices) Reformasi Birokrasi (RB) General dan RB Tematik. BKKBN diwakili oleh Puji Prihatiningsih, Kepala Biro Hukum, Organisasi dan Tata Laksana serta Tim RB BKKBN. Kegiatan ini dibuka oleh Kurniawan Norat, Analis Kebijakan Ahli Muda Biro Hukum dan Organisasi. Studi banding difokuskan pada pengelolaan RB General dan RB Tematik serta strategi peningkatan Indeks RB yang dipaparkan oleh Arham Sukardi, Analis Kebijakan Ahli Pertama Biro Hukum dan Organisasi.
Indeks RB BPOM menunjukkan trend peningkatan dan sejak tahun 2019 telah mendapatkan kategori “A” atau predikat “Sangat Baik”. BPOM melakukan peningkatan kualitas RB secara berkelanjutan hingga mengalami kenaikan Indeks RB tahun 2023 sebesar 89,12 dengan predikat “Memuaskan”. Indeks RB BPOM setiap tahunnya lebih tinggi dari rata-rata K/L. BPOM mengimplementasikan dan berkontribusi pada 5 (lima) RB Tematik meliputi (1) Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (PDN); (2) Digitalisasi Administrasi Pemerintahan (Penanganan Stunting); (3) Peningkatan Investasi; (4) Pengentasan Kemiskinan; dan (5) Pengendalian Inflasi.
“Strategi keberhasilan peningkatan RB General BPOM melalui sinkronisasi antara indikator kegiatan utama RB General dalam Road Map RB BPOM tahun 2020-2024 dengan indikator kinerja dalam Rencana Strategis BPOM tahun 2020-2024”, ujar Kurniawan. Studi banding ini bermanfaat bagi peningkatan reputasi BPOM sebagai praktik terbaik pengelolaan RB oleh Kementerian/Lembaga dan masyarakat. Hal ini juga menunjukkan kolaborasi BPOM dengan Kementerian/Lembaga dalam pelaksanaan tata kelola pemerintahan.
Pada akhir kegiatan Puji Prihatiningsih menyampaikan, “Kunjungan ini memberikan insight baru bagi kami dalam mengimplementasikan pengelolaan RB di BKKBN dalam peningkatan Indeks RB tahun berikutnya.” pungkasnya. (AS)