Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) berpartisipasi dalam Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. Kegiatan yang merupakan pertemuan besar lima tahunan anggota Pramuka Penggalang se-Indonesia ini berlangsung selama delapan hari, pada 13–20 Agustus 2026, di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur.
Keikutsertaan BPOM dalam Jamnas XII 2026 menjadi momentum untuk memperkenalkan Satuan Karya Pramuka Pengawas Obat dan Makanan (Saka POM) kepada para peserta. Saka POM merupakan wadah kegiatan bagi anggota Gerakan Pramuka untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan di bidang pengawasan Obat dan Makanan yang terdiri atas tiga krida, yaitu Krida Pengujian Sederhana Obat dan Makanan, Krida Pemantauan Obat dan Makanan, serta Krida Pemberi Informasi Obat dan Makanan.
Booth BPOM yang berlokasi di area Taman Lalu Lintas Buperta Cibubur ramai dikunjungi peserta Jamnas. Setiap harinya, sekitar 200 anggota Pramuka Penggalang berusia 11–15 tahun mengikuti berbagai kegiatan edukatif yang diselenggarakan di booth BPOM.
Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh beragam informasi mengenai keamanan Obat dan Makanan, mulai dari pengenalan Saka POM, cara memilih Obat dan Makanan yang aman melalui Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa), cara membaca Informasi Nilai Gizi (ING) pada kemasan pangan, hingga mengenali bahan-bahan yang dilarang digunakan pada pangan. Edukasi juga mencakup keamanan kosmetik dan obat bahan alam dari bahan berbahaya serta pentingnya menjadi remaja yang bebas rokok.
Tidak hanya mendapatkan materi, peserta juga berkesempatan mempraktikkan secara langsung cara mengecek legalitas produk melalui pemindaian 2D barcode pada kemasan menggunakan aplikasi BPOM Mobile. Peserta juga dapat melihat secara langsung proses pengujian sampel produk pangan menggunakan mobil laboratorium keliling milik Balai Besar POM di Jakarta, serta praktik langsung cara pengujian cepat untuk mengidentifikasi bahan berbahaya yang disalahgunakan pada pangan.
Petugas KIE dari Biro Hukum dan Organisasi juga terlibat langsung dalam memberikan edukasi tentang cara memilih Obat dan Makanan yang aman melalui Cek KLIK serta praktik menggunakan aplikasi BPOM Mobile sekaligus memperkenalkan identitas KIE kataBPOM kepada seluruh peserta.
Antusiasme peserta terlihat selama mengikuti rangkaian kegiatan. Selain menyimak materi yang disampaikan oleh anggota Saka POM, peserta diajak mengikuti berbagai permainan tradisional edukatif, seperti permainan Congklak Pompi dan Engklek Cek KLIK. Permainan tersebut dilanjutkan dengan kuis berisi pertanyaan seputar keamanan Obat dan Makanan, sehingga edukasi berlangsung secara interaktif dan menyenangkan. Peserta juga diminta untuk praktik membuat video edukasi singkat, sebagai salah satu pengaplikasian materi modul Krida Pemberi Informasi Obat dan Makanan.
Melalui keikutsertaan dalam Jamnas XII 2026, BPOM berharap edukasi keamanan Obat dan Makanan dapat semakin dekat dengan generasi muda. Kegiatan ini diharapkan turut membentuk generasi penerus bangsa yang produktif, berintegritas, dan berdaya, serta mampu melindungi diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar dari risiko Obat dan Makanan yang tidak aman. (Hukor-Myra)