Jakarta - BPOM RI merayakan puncak hari jadinya yang ke-25 dengan rangkaian kegiatan yang memadukan capaian strategis internasional dan pemberdayaan masyarakat. Mengusung tema “Komitmen 25 Tahun Mengawal Kualitas Obat dan Makanan Menuju Indonesia Emas 2045”, malam inagurasi digelar di Gedung Merah Putih, Sabtu (31/1/2026). Kegiatan ini menjadi saksi refleksi perjalanan panjang BPOM dan ini dihadiri lintas sektor, mulai dari jajaran menteri, akademisi, hingga perwakilan lembaga dunia seperti World Health Organizatin (WHO) dan Harvard Medical School.
Salah satu momen paling bersejarah dalam perayaan usia perak ini adalah pengumuman resmi BPOM sebagai WHO Listed Authority (WLA) untuk vaksin. Prestasi ini mengukuhkan posisi Indonesia sebagai negara berkembang pertama dengan sistem regulatori yang diakui setara dengan standar negara maju. Kepala BPOM Taruna Ikrar menegaskan, “Status WLA ini bukan sekadar pencapaian administratif, melainkan bukti ketangguhan pengawasan nasional yang robust dan transparan, sekaligus membuka jalan bagi produk farmasi Indonesia untuk merambah pasar global dengan lebih luas.”
Tidak hanya fokus pada otoritas regulasi, melalui kegiatan hari ini BPOM juga menunjukkan keberpihakan pada inklusivitas melalui gelaran Inspirational Woman Talk bertema “Empowered Women, Powerful Change”. Dalam sesi ini, terungkap fakta menarik bahwa kekuatan internal BPOM didominasi oleh perempuan yang mencapai hampir 70% dari total sumber daya manusia. Kepala BPOM menyebut perempuan sebagai kekuatan sentral pembangunan, baik dalam peran biologis, sosial, maupun profesional di garda terdepan pengawasan obat dan makanan.
Pemberdayaan ini meluas hingga ke sektor ekonomi, mengingat mayoritas dari 4,2 juta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) obat dan makanan di Indonesia dikelola oleh perempuan. Melalui diskusi inspiratif bersama Asti Ananta dan Aling Wiratma, BPOM mendorong perempuan Indonesia untuk berani memanfaatkan teknologi digital dan artificial intelligence (AI). Penggunaan teknologi diharapkan dapat meningkatkan efisiensi usaha dan memperkuat branding produk lokal, sehingga perempuan bukan hanya menjadi penerima manfaat, tetapi aktor utama penggerak ekonomi nasional.
Sejalan dengan semangat inovasi tersebut, BPOM meluncurkan buku “25 Tahun Mengawal Bangsa” dan meraih penghargaan dari Lembaga Prestasi Indonesia-Dunia (LEPRID) atas aksi penanaman satu juta pohon secara serentak. Penanaman tanaman endemik seperti temulawak dan bangle dilakukan oleh pegawai BPOM di seluruh Indonesia dengan mengenakan wastra nusantara. Langkah ini merupakan kontribusi nyata BPOM dalam melestarikan plasma nutfah lokal sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan hidup di sekitar masyarakat.
Dari sisi akuntabilitas, BPOM melaporkan kinerja sepanjang 2025 yang berhasil memberikan dampak ekonomi senilai Rp50,8 triliun bagi negara. Selain menerbitkan ratusan ribu izin edar, BPOM tetap konsisten melakukan penindakan tegas dengan mencabut 1.183 izin edar produk yang tidak memenuhi syarat. Dalam konferensi pers "Jejak 2025, Arah 2026", ditekankan bahwa transparansi ini adalah bentuk pertanggungjawaban publik atas penggunaan dana pajak rakyat dalam menjalankan misi perlindungan kesehatan.
Semangat perayaan juga menyentuh aspek kesehatan fisik dan kebersamaan melalui kegiatan fun walk dan pertandingan badminton eksekutif yang dihadiri oleh Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Taufik Hidayat. BPOM juga mendukung kesehatan masyarakat dengan menggelar sejuta Vaksinasi HPV dan Vaksinasi Hepatitis A.
Di sela-sela kemeriahan, doa syukur dipanjatkan. Doa yang dipimpin Ustadz Das’ad Latif memberikan nuansa khidmat, mengingatkan seluruh jajaran untuk tetap istiqomah dalam mengemban amanah luhur yang disebut Kepala BPOM sebagai bentuk "jihad" kemanusiaan demi melindungi setiap jiwa di Indonesia.
Kemeriahan juga dilengkapi dengan adanya parade kesenian dari berbagai daerah, BPOM EXPO yang melibatkan tenant-tenant dari berbagai pelaku usaha pada sektor obat dan makanan. Perayaan ulang tahun ini pun ditutup dengan penuh cinta dengan nuansa berbunga-bunga yang diiringi oleh grup Yovie and Nuno.
Sejalan dengan semangat BPOM untuk mendukung Indonesia Emas 2045, Biro Hukum dan Organisasi senantiasa berkontribusi dalam upaya BPOM agar menjadi lembaga yang kredibel dan terpercaya dalam pengawasan Obat dan Makanan. Berbagai penghargaan telah berhasil diraih. Dalam hal keterbukaan informasi publik BPOM menjadi lembaga dengan predikat informatif selama 6 tahun berturut-turut.
Biro Hukum dan Organisasi juga dapat memberikan bukti nyata peningkatan kualitas dan berhasil mempertahankan pelayanan publik prima. Nilai sempurna indeks reformasi hukum yaitu 100 dengan kategori AA (Istimewa) juga diraih. Tak hanya itu, pengelolaan reformasi birokrasi (RB) dan zona integritas juga dinilai baik, terlihat dari banyaknya permintaan benchmarking ke Biro Hukum dan Organisasi.
Menutup rangkaian usia perak, BPOM meneguhkan tekad untuk melompat lebih tinggi menuju visi Indonesia Emas 2045. Melalui penguatan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha (triple helix), BPOM berkomitmen menjadi lembaga yang tidak hanya menjulang dalam standar global, tetapi juga membumi dalam pelayanan dan mengakar dalam perlindungan rakyat. Perjalanan 25 tahun ini menjadi awal baru bagi langkah pengabdian yang lebih tangguh, adaptif, dan berwibawa di tingkat internasional. (Hukor - Silma & Arnifah)